Horror di Curug Nur Amir

Curug Nur Amir

Sebelum bercerita lebih jauh, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu kepada teman-teman mengenai judul yang saya buat di tulisan kali ini. Kejadian “Horror” ini memang benar real, tidak ada rekayasa apalagi karangan. Tetapi, bukan terjadi kepada diri saya melainkan kepada teman rumah saya yang merasakan dan mengalaminya langsung kejadian yang tidak biasa di Curug Nur Amir. Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyebut bahwa tempat ini seram atau angker, tetapi saya hanya sekedar ingin bercerita saja tidak lebih dari itu. Yang terakhir, saya pastikan tempat ini sangatlah indah dan masih sangat alami, saya jamin teman-teman akan terpukau oleh pemandangan Curug Nur Amir.

Dadakan ke Curug Nur Amir !!

Ceritanya beneran dadakan kaya tahu bulat. Jadi, pas lagi bawa motor, tiba-tiba ponsel saya bergetar di dalam saku celana, lalu saya pun langsung menepi sebentar untuk membuka ponsel, setelah saya cek ternyata ada pesan masuk dari seorang teman rumah saya, Zamzam. Isi pesannya, hari ini dia mau ajak saya main ke air terjun. Sayangnya, saya sedang tidak dirumah, lagi ada urusan sebentar, kemudian saya balas nanti siang di kabari lagi, tapi nggak janji.

Singkat cerita, saya pulang dan sudah sampai dirumah kembali. Namun, baru saja rebahan sebentar, Zamzam datang ke rumah langsung meluapkan keresahan, kegalauan dan segala keluhan lainnya, ya sejenis penyakit menahun yang sering dialami para jomblo gitu. Beraninya dia langsung tuduh poin, pengen main ke air terjun tapi bingung ke air terjun yang mana, maunya dia yang masih sepi alami dan belum banyak orang yang berkunjung kesana. Awalnya saya menolak ajakannya dia, alasannya karena waktunya sudah siang dan badan merasa kurang fit, namun akhirnya luluh juga karena kasian daripada tambah kronis penyakit jomblonya, bisa repot urusannya.

Saya browsing cari informasi di internet, hingga akhirnya saya menemukan salah satu akun Instagram yang memuat foto sebuah air terjun bernama Curug Nur Amir. Tanpa berpikir panjang, Zamzam meresponnya dengan cepat, langsung mengajak saya untuk pergi kesana hari ini juga.

Petunjuk Arah ke Pondok Nur Amir
Salah Satu Bangunan Pondok
Area Kolam Renang

Sekitar jam 11 siang, kami berdua segera berangkat menuju lokasi Curug Nur Amir menggunakan motor baru berusia setahun lebih tapi minim perawatan, rem belakangnya blong parah. Kami sempat salah arah, bahkan hampir saja masuk ke kawasan Gunung Menir, untungnya ada salah seorang petugas disana memberitahu kami kalau Curug Nur Amir itu ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Itu artinya kami salah pintu masuk, terpaksa harus putar balik dan memutar jauh sekali untuk bisa menemukan lokasi Curug Nur Amir, beneran mengulur waktu dan bikin lemes deh.

Kenapa namanya Curug Nur Amir ?

Yapss betul sekali, Curug Nur Amir terletak di kawasan TNGHS. Curug ini memang nggak sepopuler curug lainnya yang ada di kawasan TNGHS seperti Curug Pangeran, Curug Seribu atau pun Curug Cigamea. Untuk menemukan lokasi Curug Nur Amir ini sebenarnya sangatlah mudah, patokannya yaitu Pondok Wisata Nur Amir atau Masjid Nur Inka. Masih bingung juga ? coba ketik saja di google map, saya jamin pasti bakal muncul dan ketemu tuh nama Pondok Wisata Nur Amir.

Pondok Wisata Nur Amir merupakan satu-satunya akses untuk mencapai Curug Nur Amir, tidak ada lagi jalur lain selain masuk terlebih dahulu ke area Pondok Wisata Nur Amir, karena inilah air terjun tersebut dinamakan Curug Nur Amir.

Foto Dulu Sebelum ke Lokasi Curug
Salah Satu Spot Foto di Pondok Nur Amir

Sekitar jam 1 siang, saya dan Zamzam sampai di Pondok Wisata Nur Amir. Disana kami bertemu dengan salah seorang pegawai disana yang nampak tengah beristirahat di sebuah pondokan. Pegawai tersebut menjelaskan beberapa informasi mengenai keberadaan Curug Nur Amir.

Awalnya Curug Nur Amir ini hanya boleh dikunjungi oleh tamu penginapan saja, namun sekarang diperbolehkan untuk bukan tamu penginapan. Khusus untuk bukan tamu penginapan dikenakan biaya masuk air terjun sebesar Rp. 10.000 sementara untuk kolam renang dikenakan tarif Rp. 15.000 dan spot foto sebesar Rp. 10.000. Tapi, kami mempunyai trik jitu untuk mengelabui pegawai tersebut dengan cara pura-pura mau survey lokasi buat acara keluarga.

Ettss bukan untuk ditiru ya kelakuan kami ini yang saat itu beneran low budget banget.

Berjalan melewati medan jalan yang menurun serta curam merupakan sebuah tantangan bagi setiap pengunjung Curug Nur Amir. Oh iya, pegawai di atas tadi sempat bilang, jarang sekali ada pengunjung yang sampai ke lokasi Curug Nur Amir, karena letaknya yang berada di bawah jurang ratusan meter dan yang bikin capeknya itu pas arah pulang, tanjakan gaess tanpa bonus.

Menyusuri Jalur Menurun Curam
Pemandangan Curug Nur Amir

Setelah menyusuri jalan setapak sekitar 25 menit, akhirnya kami berdua sampai di lokasi Curug Nur Amir. Suasananya tempatnya sepi dan masih sangat alami, tepat diatas kolam terdapat pohon besar yang tumbang turut mempertegas kalau tempat ini jarang sekali didatangi oleh wisatawan, bahkan pada saat itu hanya kami berdua, tidak ada lagi wisatawan lain yang membuat tempat ini layaknya air terjun pribadi.

Curug Nur Amir memiliki ketinggian sekitar 10 sampai 15 meter, dibawahnya terdapat kolam dengan kedalaman kurang lebih 5 meteran (tebak-tebakan saja), kondisi airnya sangat jernih dengan gradasi warna yang sangat cantik sekali, sedap dipandang mata. Salah satu yang saya sukai dengan tempat ini yaitu keberadaan lumut hijau di kedua sisi aliran air Curug Nur Amir sehingga menambah keindahan tempat ini yang sejuk dan asri.

Namun hal yang tidak diinginkan pun terjadi pada kami, pada saat kami sedang berfoto, saya memperhatikan ada yang tidak beres dengan kondisi Zamzam, raut wajahnya penuh kepanikan dan ketakutan seolah memberikan kode kepada saya. Dan tiba-tiba dia meminta saya untuk segera meninggalkan lokasi Curug Nur Amir.

“Hemm pasti ada sesuatu yang gak beres sama si Zamzam.” Bergumam dalam hati

Tempat Tersembunyi

Akhirnya saya pun mengiyakan permintaan Zamzam untuk segera meninggalkan lokasi Curug Nur Amir. Pada saat perjalanan pulang, Zamzam seringkali menoleh kearah belakang, entah apa yang terjadi dengannya, sangat aneh sekali, saya hanya bisa meminta dia untuk selalu fokus berjalan dan selalu berdzikir, jangan bengong dan ceritakan nanti kejadian sebenarnya di tempat yang menurut kami aman.

Singkat cerita, setelah sampai kembali di lokasi Pondok Nur Amir. Sambil meregangkan otot kaki dan mengatur napas ke posisi nor, Zamzam mulai berani bercerita tentang kejadian aneh yang dia alami pada saat di lokasi Curug Nur Amir tadi. Dugaan saya pun tepat sekali, jadi pada saat kami asyik berfoto di tepi kolam, Zamzam merasakan kejadian yang tidak biasa, dia merasakan sesuatu seperti ada tangan yang menepuk di bagian pundaknya dari arah belakang, selain itu dia mendengar suara gemuruh air yang sangat kencang sekali padahal pada saat itu kondisi debit air di Curug Nur Amir sedang kecil sekali.

Kejadian aneh selanjutnya, yaitu pada saat kami berjalan pulang, Zamzam sering kali menoleh ke belakang karena dia melihat sosok hitam yang terus mengikuti kami berdua, itulah yang membuat dia menjadi panik dan ketakutan. Namun, sosok hitam itu menghilang begitu saja setelah kami berjalan cukup jauh dari lokasi Curug Nur Amir.

Kejadian mistis di Curug Nur Amir ini telah memberikan pengalaman untuk kami berdua khususnya saya pribadi, bahwa apapun yang terjadi pada kita, harus dihadapi dengan penuh ketenangan dan jangan pernah panik. Yang paling penting lagi, ketika kita berada dimanapun dan kapanpun apalagi di tempat yang menurut kita memang kuat sekali dengan hal-hal semacam itu berperilaku sopan dan jaga ucapan kita. Selain itu, paksakan hati kita untuk selalu mengingat dan menyebut nama-Nya karena itulah menjadi pelindung paling ampuh untuk diri kita semua.

Saya percaya makhluk itu memang ada dan saya pun percaya Zamzam hanya mengada-ngada, efek capek dan perut lapar dapat menyebabkan halusinasi tingkat tinggi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini.

Jangan lupa follow Instagram saya di https://www.instagram.com/fatahilaharis/?hl=en

7 tanggapan untuk “Horror di Curug Nur Amir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s