Makna Mendalam Masjid Atta’awun

Arsitektur Masjid Atta’awun

Sesuai rencana, setelah keluar dari area Melrimba Garden, perjalanan saya lanjutkan menuju Masjid Atta’awun untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur. Jaraknya dekat sekali, tidak sampai lima menit, saya sudah sampai di komplek Masjid Atta’awun beriringan dengan lantunan adzan yang selesai dikumandangkan.

Dari pelataran parkir masjid, saya bergegas menuju tempat wudhu kemudian sholat Dzuhur berjamaah. Selesai sholat, barulah saya mulai mencari tahu semua informasi tentang masjid terbesar di kawasan Puncak ini. Mari berkeliling !!

Sejarah singkat Masjid Atta’awun

Awalnya, berdiri sebuah masjid kecil bernama Masjid Al-Muttaqien. Masjid tersebut didirikan oleh PT. Gunung Mas guna menunjang kebutuhan ibadah para karyawannya. Pada tahun 1990-an, jumlah jamaah masjid semakin bertambah, bukan hanya dari para karyawan, tetapi juga dari masyarakat sekitar dan pengendara yang singgah melintasi Jalan Raya Puncak sehingga tidak dapat lagi menampung dan berdesak-desakan terutama pada saat pelaksanaan ibadah sholat jumat.

Kemudian pada tahun 1987, dimulainya pembangunan Masjid Atta’awun diatas tanah seluas kurang 10.000 meter persegi. Pembangunan tersebut dapat terlaksana atas kerjasama PT. Gunung Mas yang mewakafkan tanahnya dan Pemprov Jabar yang membiayai pembangunan melalui dana umat. Berdasarkan informasi dari sebuah sumber, pembangunan tersebut menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp. 36 miliar. Dana tersebut berasal dari 5000-an kepala keluarga se-JAwa Barat yang menyumbangkan uangnya untuk ikut berperan dalam pembangunan masjid yang agung ini.

Langit-Langit
Suasan Khusyu di Ruang Sholat
Pemandangan Indah Dari Dalam Ruang Sholat

Pada tahun 1999, Gubernur Jawa Barat saat itu, Bapak H.R Nuriana meresmikan Masjid Atta’awun sebagai sebuah Monumen Kebersamaan dalam bentuk masjid yang lebih layak dan refresentatif. Atta’awun bermakna tolong menolong, setia kawan dan gotong royong dalam kebaikan dan ketakwaan. Masjid Atta’awun menjadikan salah satu masjid dengan pembangunan melalui dana bantuan umat terbesar di Indonesia.

Arsitektur Masjid Atta’awun

Gaya arsitektur masjid terus mengalami perkembangan, Tak melulu tampil dengan gaya khas Timur Tengah, tempat ibadah muslim ini ternyata bisa dibangunan dengan beragam arsitektur.

Tak terkecuali, gaya modern yang dipadukan dengan sentuhan tradisional. Kemegahan Masjid Atta’awun begitu mengagumkan. Arsitektur bangunan masjid ini tampak kokoh. Masjid berlantai dua ini menampilkan arsitektur yang unik, bagian kubah terlihat menyerupai jamur yang dipadukan dengan ornamen khas Sunda.

Lantai Kayu Tanpa Sajadah
Hiasa Kaca Patri

Di bagian dalam ruang sholat dilengkapi dengan bentuk mihrab yang didominasi warna cokelat menciptakan suasana sedikit lebih gelap dan menonjolkan unsur artistik. Mihrab sendiri merupakan sebuah ceruk menjorok ke dalam yang menjadi tempat imam memimpin shalat. Arah mihrab juga dipakai sebagai penanda arah masjid ke kiblat.Tak ketinggalan, lantai ruang sholat juga didominasi warna coklat karena terbuat dari kayu sehingga tidak begitu dingin.

Hiasan kaca patri memenuhi bagian jendela dinding masjid ini. Kombinasi warnanya dan corak yang ditata sedemikian rupa membuat tampilan masjid menjadi sangat cantik. Tidak hanya itu, nuansa warna putih menyelimuti langit-langitnya, lampu gantung antik dan ornamen-ornamen Islami menambah nilai estetika yang melekat pada bangunan masjid ini. Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan ruang fungsional kegiatan seperti kantor sekretariat dan perpustakaan. Selain itu, terdapat juga toilet, gudang dan tempat penitipan barang.

Area Taman
Taman di Belakang Masjid
Duduk Santai
Nampak Asik Foto-Foto

Selanjutnya saya berpindah ke bagian luar masjid. Tidak hanya keindahan arsitekturnya saja yang mengagumkan, keindahan lain Masjid Atta’awun juga ada pada taman didalam area komplek masjid. Di bagian belakang, terdapat sebuah sungai kecil yang bersumber dari puncak gunung. Keberadaan air terjun buatan kian menambah cantiknya sungai dan sering dimanfaatkan oleh para jamaah untuk berswafoto.

Sementara itu, lahan di bagian lain bangunan Masjid Atta’awun dikembangkan menjadi sebuah taman dan kolam buatan yang menghiasi lingkar pelataran depan masjid. Taman yang cukup luas tersebut, ditanami beberapa jenis pohon untuk menciptakan suasana teduh. Terlihat banyak jamaah yang tengah asik mengabadikan momen lewat jepretan lensa kamera dan duduk bersantai di bangku-bangku sembari menikmati keindahan pemandangan bukit dan perkebunan kebun teh yang hijau. Namun, fungsi Masjid Atta’awun sebagai tempat ibadah kerap dijadikan tempat bermesraan dan pacaran. *mentang-mentang jomblo jadi bisa ceramahin yang pacaran

Toko Perlengkapan Sholat
Warung Nasi Alam Sunda Khas Cianjur
Suasana Pelataran Parkir
Para Penjual Kue Khas Puncak
Deretan Pedagang Pernak-Pernik

Masjid Atta’awun tidak hanya ramai pada jam-jam sholat lima waktu, namun sepanjang waktu alias 24 jam non stop. Mereka biasanya mampir untuk beristirahat, menghilangkan capek dan pegal setelah menempuh perjalanan panjang dengan berkendara. Di samping taman, terdapat toko kecil menjual berbagai kebutuhan dan perlengkapan sholat mulai dari pakaian muslim, mukena, peci, parfum, kerudung dan lainnya. Tidak jauh dari toko, terdapat warung nasi alam Sunda khas Cianjur dengan berbagai menu andalan khas Sunda juga tersedia cendol duren, rasanya enak dan menyegarkan. Sementara itu, di pelataran parkir, berjejer puluhan warung dan pedagang yang menjajakan beraneka ragam makanan dan minuman khas Puncak seperti susu bandrek, gemblong, tahu Sumedang, wedang ronde, kue mochi khas Sukabumi, ubi bakar Cilembu, jagung bakar dan masih banyak lagi.

Selain makanan, bisa kita jumpai juga penjual pernak- pernik sampai pakaian sebagai buah tangan. Namun, pedagang yang berjubel menyebabkan pelataran parkir menjadi lebih sempit, seringkali parkir kendaraan menjadi penuh dan pengunjung pun terpaksa parkir diluar komplek Masjid Atta’awun.

Petualangan saya di Kawasan Puncak Bogor berakhir di Masjid Atta’awun. Liburan ke Puncak nggak lengkap kalau belum mampir masjid ini yang menjadi landmark wisata religi terkenal di Kawasan Puncak Bogor. 

Yuk sholat di Masjid Atta’awun.

Catatan

Beberapa sumber informasi di tulisan ini saya kutip dari Kemenag.go.id Heibogor.com

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya  Fatahilaharis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s