Jalan Sendiri ke Curug Cilember

_mg_2881-017286248617968119167.jpeg
Pintu Masuk

Semua kegemaran saya pada kegiatan travelling, hampir separuhnya saya lakukan oleh seorang diri atau istilah kekiniannya solo travelling. Tapi tidak semua sepakat dan suka, mereka mempunyai beragam alasan untuk tidak melakukan solo travelling. Mungkin ada yang takut karena jalan sendirian, tidak teman yang menemaninya. Khawatir bertemu dengan orang jahat atau tindakan yang kurang menyenangkan, biasanya dialami oleh perempuan. Saat sakit, pasti benar-benar terasa berat, harus segera meminta pertolongan ke orang lain atau paling mudah mencari klinik atau rumah sakit dan yang paling sering dialami oleh orang yang melakukan solo travelling, pernah saya rasakan juga adalah kesepian dan masih banyak alasan lainnya.

Padahal, solo travelling memberikan manfaat yang sudah saya rasakan diantaranya membuat saya belajar mandiri dan lebih bertanggung jawab pada diri sendiri, lebih berani dan mampu menangani rasa takut. Tidak hanya itu, berjalan sendirian membuat saya mengenali diri sendiri dan lebih bersyukur bisa memahami kebutuhan dan keinginan diri sendiri tanpa terpengaruh oleh pemikiran orang lain.

_mg_2877-01632956054999181815.jpeg
Ngantri di Pos Tiket
_mg_2806-014168319303722928821.jpeg
Koleksi Pohon Pinus
_mg_2823-013235435214108995659.jpeg
Berpapasan Dengan Wisatawan Asal Arab

Curug Cilember menjadi tujuan solo travelling saya selanjutnya, saya berangkat kesana jam 10 siang menggunakan motor melalui Jalan Raya Tajur, Ciawi, Jalan Raya Puncak dan belok ke Jalan Desa Cilember hingga tiba di kawasan wisata Curug Cilember jam 11 siang.

Lalu, saya turun dan berjalan ke arah pintu masuk. Tampak wisatawan tengah mengantri di pos tiket untuk registrasi. Herannya, mereka semua wisatawan mancanegara asal Arab dan Timur Tengah, tidak ada satupun wisatawan lokal kecuali saya sendiri. Saya pun ikut mengantri lalu menyempil diantara tubuh besar mereka. Konyolnya, saya melenggang begitu saja tanpa diminta sepeserpun rupiah hingga berhasil masuk ke dalam kawasan Curug Cilember. Lumayan jadi irit pengeluaran, padahal saya sudah mengenggam selembar uang untuk membayar tiket. Etts tidak untuk ditiru ya.

_mg_2838-01217967736888097255.jpeg
Bukan Fakta
_mg_2864-018372111196809379211.jpeg
Kubah Kupu-Kupu
_mg_2835-013262435774541902103.jpeg
Pondok Kayu

Nama “Curug Cilember” terdiri dari kata “Curug” (bahasa Sunda) bermakna “air terjun”, kata “Cilember” sendiri merupakan gabungan dari kata “Ci” yang merupakan ringkasan dari kata “Cai” (bahasa Sunda) bermakna “air”, sedangkan “Lember” (bahasa Sunda) bermakna “jamur kuping” karena dahulunya dikawasan ini banyak tumbuh jamur kuping.

Wisata Curug Cilember dikelola oleh Perum Perhutani sejak tahun 1990. Kawasan ini juga merupakan salah satu daerah pariwisata yang terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Pada bulan April 2000 resmi dibuka secara umum untuk rekreasi dan bermalam oleh Bupati Kabupaten Bogor. Wisata Curug Cilember memiliki obyek utama berupa suatu lembah dengan air terjun dan daya tarik berupa penangkaran satwa kupu-kupu (kubah kupu-kupu), camping ground, pondok wisata dan hutan pinus serta taman koleksi anggrek.

Wisata Curug Cilember berlokasi di Jalan Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kondisi alam di wisata Curug Cilember sangat sejuk sekali karena terletak pada ketinggian 900-1000 mdpl dengan suhu udara berkisar antara 20-30 derajat selsius.

_mg_2809-011023652566649445185.jpeg
Kios Wisata
_mg_2855-01864863029237866774.jpeg
Area Piknik

Dari pos tiket, saya harus berjalan menyusuri jalur setapak berupa batu alam yang sudah tersusun rapi dan relatif landai. Ditambah di kedua sisi jalur ditumbuhi koleksi pohon pinus besar dan tinggi sehingga suasana menjadi rindang dan terasa segar sekali.

Sebelum mencapai lokasi air terjun, saya sempat melewati beberapa deretan warung makan dan kios wisata yang menjual beragam pernak-pernik lucu. Sepanjang saya berjalan, selalu saja berpapasan dengan wisatawan asal Arab ditemani oleh seorang pemandu lokal. Hebatnya, mereka (pemandu lokal) lancar berkomunikasi dengan wisatawan asal Arab tersebut menggunakan bahasa Arab. Menurut seorang pemandu yang saya tanya, mereka bisa berkomunkasi menggunakan bahasa Arab karena terbiasa dan tanya-tanya ke orang yang bisa. Upah yang mereka dapatkan setiap mengantar berkisar 50 ribu – 150 ribu, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-harinya.

_mg_2836-013167126513251413102.jpeg
Pemandangan Indah Curug 7
_mg_2848-012811454489139987099.jpeg
Suasana di Curug 7
_mg_2832-017732570524810286589.jpeg
Jalur Terjal Menuju Curug 6

Setelah berjalan sekitar 10 menit, akhirnya saya sampai di Curug Cilember. Saya disambut dengan panorama air terjun yang indah dan menawan. Curahan air jatuh dari ketinggian puluhan meter dari atas lembah curam berbalut udara segar membuat suasana menjadi lebih menenangkan. Ukuran air terjun tidak terlalu besar dan kondisi airnya berangsur surut. Selama berada disana, saya tidak melihat satupun pengunjung yang turun ke kolam untuk berenang. Mereka memilih untuk berfoto di tepi kolam air terjun.

Ternyata Curug Cilember memiliki 7 tingkatan air terjun dan air terjun yang saya kunjungi adalah Curug 7 sedangkan 6 Curug lainnya terletak di bagian hulu. Satu-satunya akses untuk menuju ke 6 air terjun tersebut melalui sebuah jalur yang cukup terjal. Namun hanya Curug 6 dan Curug 5 yang dibuka untuk umum sedangkan 4 curug lainnya ditutup karena jalur yang sangat sulit dan berbahaya sekali jarang dilintasi oleh orang-orang.

_mg_2876-011639148401351877340.jpeg
Panahan
_mg_2841-011372370670764200550.jpeg
Sepede Layang
_mg_2827-012797218581005947552.jpeg
Flying Fox
_mg_2871-013966267882287885073.jpeg
Terapi Ikan
_mg_2830-012184995834187926026.jpeg
Paint Ball
_mg_2812-012457082098038508952.jpeg
Rumah Pohon Suku Pedalaman

Kawasan wisata Curug Cilember menghadirkan berbagai wahana rekreasi dan fun games dengan konsep outdoor diantaranya, mini outbond, terapi ikan, flying fox, mini golf, rumah hobbit, rumah pohon suku pedalaman, panahan, spot foto sawiname, paint ball / action games, repling dan sepeda layang.

Kawasan ini juga didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan seperti clinic care, laboratorium, mushola, toilet dan kamar mandi, aula / meeting room, camp lembah pakis dan penginapan serta kedai coeroeg.

Puas menikmati keindahan Curug Cilember, saya pun bergegas kembali ke area parkir dan bersiap pulang. Curug Cilember layak dikunjungi pada hari libur dan akhir pekan. Bila kalian pergi liburan ke kawasan Puncak Bogor, jangan lupa untuk melipir dan menikmati keindahan Curug Cilember.

Yuk ke Curug Cilember.

Catatan; Informasi tiket dan lainnya silahkan buka akun Instagram resmi di @Curug_Cilember

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

Iklan

7 tanggapan untuk “Jalan Sendiri ke Curug Cilember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s