Segudang Manfaat Bendungan Katulampa

_mg_2298-017543500812299074064.jpeg

Setiap tempat selalu menarik kita kunjungi apalagi kalau tempat tersebut memiliki nilai historikal untuk diceritakan sehingga dapat menambah pengetahuan kita. Tempat bersejarah itu identik dengan sebuah bangunan peninggalan khas Belanda salah satunya bangunan berupa bendungan. Entah mengapa saya penasaran dan sudah sejak lama ingin kunjungi Bendungan Katulampa. Akhirnya, beberapa waktu lalu saya sempatkan untuk mampir kesana.

Bendungan Katulampa beralamat di Jalan Katulampa, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota bogor. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Bogor dan pusat perbelanjaan tas Tajur. Bendungan Katulampa merupakan objek wisata sejarah di Bogor yang memiliki daya tarik yang membuatnya sangat mencuri perhatian. Pada saat musim penghujan, Bendungan Katulampa menjadi bahasan utama di televisi, tim liputan pasti stand by memberikan laporan ke pemirsanya berupa informasi terkini mengenai kondisi ketinggian muka air.

Bangunan Pos Pemantau
Catatn Sejarah

Sejarah Singkat Bendungan Katulampa

Proyek pembangunan Bendungan Katulampa sudah dimulai pada tahun 1889, sejak banjir besar melanda Jakarta yang juga merendam kawasan elit Harmoni pada tahun 1872. Bendungan Katulampa mulai dioperasikan tahun 1911 dan diresmikan tanggal 12 oktober 1912. Tak tanggung-tanggung, bendungan ini diresmikan oleh Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg, didampingi para pejabat penting masa itu dan peresmian bendungan tersebut dimeriahkan dengan gamelan dan tari-tarian, serta upacara selamatan dengan kepala kerbau.

Total biaya yang dikeluarkan 80.000 gulden. Bendungan yang juga hasil karya Ir. Hendrik van Breen ini memiliki panjang total 74 m, dengan 5 inlaatsluis (pintu untuk mengalirkan arus ke kawasan di bawah), 3 spuisluis (pintu untuk menahan air, jika volume air berlebihan dan mengancam kawasan bawah), dengan lebar masing-masing pintu 4 m. Disebutkan, selain untuk pengendalian banjir bendungan ini juga memiliki fungsi sampingan sebagai sistem irigasi. Berkat bendungan ini sebanyak 10.000 bouw sawah (orang Jawa menyebutnya bau, 1 bouw ekuivalen dengan 0,7 hektar) dapat diairi melalui Oosterslokkan (Kali Baru). Sumber; Wikipedia.

Bagian Bawah Bendungan
_mg_2286-017298573437522008452.jpeg
Pak Uci, Warga Katulampa
Petugas Kebersihan

Segudang Manfaat Bendungan Katulampa

Drama terjadi pagi ini, mendadak nyali saya menciut pada saat mengendarai motor melintasi jalur kecil diatas bendungan. Sedangkan bila memperhatikan orang-orang, tampaknya sangat biasa aja, tidak ada ketakutan sama sekali dari wajah mereka padahal cukup menegangkan. Setelah sampai di ujung jembatan, saya titipkan motor di halaman rumah warga dekat  dengan bendungan kemudian mengeluarkan kamera dan berkeliling ke setiap sudut  area bendungan.

Memasuki musim kemarau, air di sungai Ciliwung tampak kerontang, bahkan mengalami penyusutan drastis akibat curah hujan yang semakin berkurang di kawasan Puncak. Petugas mencatat, debit air berada pada titik kritis nol sentimeter. Kondisi ini mulai dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki. Mereka ramai-ramai menambang batu dan pasir demi menambah pemasukan. Dari kejauhan, petugas berjibaku melakukan upaya sedimentasi di dasar sungai. Hal ini dilakukan, agar saluran irigasi dibagian hilir tetap mendapatkan pasokan air yang cukup.

_mg_2306-012004127827315033254.jpeg
Sudut Lain Bendungan Katulampa
_mg_2308-017423675496916242906.jpeg
Pengecekan Rutin

_mg_2305-017921191712335064006.jpeg

Bendungan Katulampa berfungsi sebagai saluran irigasi guna mengairi sawah-sawah di sepanjang kaki pegunungan. Sampai tahun 1990, areal persawahan di Bogor dan Jakarta masih banyak, yakni 2.414 hektare. Namun kini sawah hampir habis. Hanya Bogor dan Cibinong yang masih memiliki 72 hektar sawah, sementara Jakarta sama sekali habis. Sehingga fungsi irigasi Bendung Katulampa bisa dikatakan sudah berakhir akibat punahnya areal persawahan di Bogor dan Jakarta. Saluran irigasi dari bendungan ini mempunyai kapasitas maksimum sekitar 6.000 liter per detik.

Fungsi lain dari bendungan Katulampa adalah sebagai sistem informasi dini terhadap bahaya banjir Sungai Ciliwung yang akan memasuki Jakarta. Data mengenai ketinggian air di bendung Katulampa ini memperkirakan bahwa sekitar 3 – 4 jam kemudian air akan sampai di daerah Depok. Selanjutnya di Bendung Depok ketinggian air dipantau dan dilaporkan ke Jakarta sehingga masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar aliran Sungai Ciliwung sudah dapat mengantisipasi sedini mungkin datangnya air banjir yang akan melewati daerah mereka.

Semua catatan ini lalu dilaporkan lewat telepon ke berbagai pihak yang berkepentingan. Mereka antara lain Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, pos pemantau ketinggian air Ciliwung di Depok, dan petugas Pintu Air Manggarai, dan Pemerintah Kota Bogor. Selanjutnya informasi tersebut disebarluaskan melalui media elektronik, seperti televisi, radio dan online (internet). Sumber; Wikipedia.

_mg_2275-014722268273584551638.jpeg

Keseruan Anak-Anak Bermain Air
Warung-Warung

Bendungan Katulampa memili segudang manfaat, selain sebagai pengendali tinggi muka air, bendungan ini juga memiliki jalur kecil yang berada diatasnya. Jalur tersebut hanya bisa dilintasi oleh sepeda motor saja dan orang yang berjalan kaki. Setiap hari selalu sibuk oleh lalu lalang warga yang melintas karena satu-satunya akses penting yang menghubungkan antar wilayah.

Manfaat Bendungan Katulampa juga sangat dirasakan oleh warga sekitar. Masyarakat memanfaatkan saluran irigasi yang mengalir ke tengah pemukiman dengan berbagai aktifitas diantaranya seperti memancing, mencuci pakaian dan perabotan bahkan berubah menjadi arena bermain air yang seru untuk anak-anak. Masyarakat disana juga ramai-ramai berjualan di sepanjang jalan, mereka ikut terlibat dalam mengembangkan Bendungan Katulampa sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Bogor.

Yuk ke Bendungan Katulampa

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s