Sentuhan Klasik Museum Tanah

Halaman depan gedung Museum Tanah

Bogor yang saya kenali sekarang ini ialah jejak-jejak kolonialisme Belanda masih banyak ditemui di kota ini. Salah satu yang nampak masih jelas adalah peninggalan berupa bangunan-bangunan dengan arsitektur yang khas. Bangunan tersebut tersebar diberbagai lokasi di daerah Bogor bahkan sebuah sumber media mencatat ada sekitar 400 buah yang terawat dengan baik diantaranya berupa bangunan rumah, tempat ibadah, stasiun kereta, sekolah, gedung pasar, rumah sakit sampai gedung pemerintahan.

Salah satu bangunan yang masih terawat dengan baik yaitu gedung Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek yang sekarang difungsikan menjadi Museum Tanah Bogor. Gedung tersebut tak hanya besar, namun kesan sentuhan klasik dan elegan melekat kuat pada bagian desain eksterior serta interior bangunan warisan kolonial Belanda tersebut. Museum Tanah memiliki halaman depan yang cukup luas dan dihiasi bunga cantik warna warni. Bagian eksterior dan interior bangunan Museum Tanah kian tampak klasik dan elegan karena dilengkapi jendela serta pintu besar bermaterial kayu jati dengan bentuk yang antik.

Berpindah ke bagian dalam. Desain bangunan ini menggunakan model simetris untuk tiap-tiap ruangan dengan ukurang ruangan yang luas dan tinggi yang menjulang sehingga terasa sejuk dan dingin. Pada saat didalam gedung, saya tidak mencium bau lembab sama sekali dan AC berfungsi dengan baik. Warna putih menjadi pulasan warna yang mendominasi setiap ruangan. Lalu, warna coklat juga sesekali muncul pada corak lantai atau aksen ruangan lainnya. Walau bangunan ini tidak menggunakan wallpaper pada dinding tetap langit-langit ruangan dihiasi lampu gantung antik dan lantai marmer serta plafon bermotif klasik tentunya kian menambah kesan klasik dan elegan gedung Museum Tanah.

Jendela dan topi jendela yang antik
Pintu masuk utama
wp-image--708167126
Nuansa klasik dan elegan
wp-image--211633799
Ruangan luas dan memanjang

Sejarah Singkat

Mengutip dari Website Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejarah singkat Museum Tanah Bogor tidak dapat dipisahkan dari kegiatan penelitian tanah di Indonesia yang dimulai sejak belanda dengan didirikannya Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek atau Laboratorium untuk perluasan pengetahuan tentang tanah pada tahun 1905.

Tahun 1974, laboratorium tersebut berganti menjadi Lembaga Penelitian Tanah bergabung dalam satu wadah yaitu Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Selang 14 tahun kemudian, tepatnya 29 September 1988 Kementerian Pertanian bekerja sama dengan International Soil Regerence and Information Centre (ISRIC) Wageningen Belanda mendirikan Museum Tanah.

Sejak tahun 2015 Gedung Museum Tanah mengalami renovasi tanpa merubah keadaan aslinya dan tetap mempertahankan 2 gedung heritage yang dimilikinya. Tahun 2017, renovasi tersebut rampung sesuai rencana dan pada tanggal 5 desember 2017, gedung Museum Tanah diresmikan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak DR. IR. H. Amrin Sulaiman.

wp-image--1778465483
Kegiatan edukasi
Koleksi batuan

wp-image--1600735500

Sempel tanah gambut
Maket-maket
wp-image-1868872311
Maket lainnya
wp-image-596357468
Maket lainnya
Deskripsi Tanah Gambut

Koleksi Museum Tanah

Beruntung, saya tidak sendiri saat berada didalam gedung museum, ada rombongan anak sekolah yang tampak sedang antusias menyimak penjelasan dari penjaga museum, jadi saya lebih tenang dan tidak takut berkeliling memotret objek foto yang ada didalam gedung museum.

Museum Tanah ini memang merupakan sarana edukasi bagi para pelajar, mahasiswa, peneliti maupun masyarakat umum untuk lebih mengenal berbagai jenis tanah yang ada di Indonesia. Alhamdulillah, saya berkesempatan melihat-lihat koleksi Museum Tanah di Gedung A sebagai ruang display utama museum. Koleksi batuan, tanah, dan peraga pendukung tertata rapi. Sampel tanah disimpan di jajarkan rapi dalam bingkai dan lemari. Kemudian informasi teknis secara terperinci disajikan pada sebuah poster, serta ada pula foto saat pengambilan contoh di lokasi lengkap dengan informasi teknis dalam bahasa Inggris.

Koleksi museum terdiri atas macam-macam tanah yang disajikan dalam ukuran kecil berupa makromonolit, macam-macam batuan, contoh-contoh pupuk, perangkat uji tanah, peta sumber daya lahan, maket, alat survei tanah, diorama ekosistem, soil test kit, biodiversitas organisme tanah, makrofauna tanah dan lainnya. Museum Tanah juga menyimpan koleksi makromonolit tanah yang diambil pada tahun 2005 atau setahun paska terjadinya bencana tsunami hebat yang mengguncang Provinsi Aceh dan sekitarnya pada desember 2004 silam.

Museum juga menampilkan lapisan tanah dari luar negeri seperti tanah Malaysia hingga Amerika Serikat. Tanah Indonesia memiliki keunggulan dari tanah-tanah di Asia. Itu dikarenakan 10 dari 12 ordo tanah di dunia (berdasarkan taksonomi tanah yang diterbitkan oleh Amerika Serikat) ada di Indonesia. dua ordo tanah yang tidak dimiliki Indonesia adalah ordo tanah gurun dan tanah kutub. Sementara, 10 ordo tanah yang ada di negeri ini antara lain tanah gambut (ordo organosol/histosol), tanah aluvial tsunami (ordo entisol), tanah hutan hitam (ordo mollisol). Sumber: Beritasatu.com

wp-image-1390313989
Diorama ekosistem tanah

wp-image-1274293348

wp-image--2032427741
Biodiservitas organisme tanah
wp-image--198342640
Fulgoridae
wp-image-780102224
Proses pembetukan tanah

Pengetahun saya tentang tanah jadi bertambah, salah satunya mengenai proses pembentukan tanah melalui 4 tahapan proses yaitu hancuran fisik batuan, pelapukan batuan, perkembangan awal dan perkembangan lanjutan. Saya cukup terkesima pada saat melihat koleksi makrofauna tanah dan biodiservitas organisme tanah. Ternyata ada banyak jenisnya dan semua hewan tersebut hewan asli dan sungguhan yang diawetkan memakai pengawet khusus. Diantaranya ada Coleaptera, Myriapod, Lucanidae, Papillionidae, Arachnid, Fulgoridae, Meteroptera, Squamata, Buprestidae, Tarantula sp, Chalcosoma Cuacasus, Heterometrus Cyaneus dan lainnya.

Menurut penjaga Museum Tanah, untuk saat ini Museum Tanah menggratiskan tiket. Kedepannya, pada bulan maret nanti akan ada tarif masuk dan tentunya masih terjangkau bersamaan dengan dibukanya Museum Pertanian yang letaknya berdampingan dengan gedung Museum Tanah.

Informasi Museum Tanah

Museum Tanah beralamat Jl. Ir H. Juanda no. 98 Bogor. Telp. (0251)323012. Lokasi gedungnya berseberangan dengan Museum Zoologi Bogor dan Pintu 3 Kebun Raya Bogor. Museum Tanah buka setiap hari senin sampai jumat (sabtu dan minggu tutup) dan memiliki jam operasional pukul 9 pagi – 4 sore wib.

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat

Jangan lupa follow Instagram saya Fatahilaharis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

28 tanggapan untuk “Sentuhan Klasik Museum Tanah

  1. Pengen nih kesini tapi masih jauh euy >< Aku baru tau kalau ada museum tanah di Bogor, yang aku pernah baca ada di Wageningen Univ. di Belanda. Alhamdulillah nggak perlu keluar kalo mau ke museum tanah mah. Hihi~ Makasih ya infonya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

      1. Nah itu, kalo ada di Bogor kan nggak usah jauh2 ke Belanda hehe. Katanya sih Univ. Wageningen yg di Belanda itu kayak IPB, univ yang mendalami pertanian gitu kan~

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s