Curug Sawer Yang Tak Terawat

Curug Sawer

Sunyi dan sepi, begitulah kesan yang pertama saya rasakan ketika sampai disebuah lokasi yang banyak ditumbuhi pohon bambu, tidak ada penjaga parkir, tak ada satupun wisatawan selain kami berdua, sepi tidak ada siapa-siapa. Ternyata tempat ini dulunya memang merupakan lokasi parkir kendaraan wisatawan namun sudah setahun lebih ini tidak pernah terurus dan menjadi berantakan, sampah plastik dan tumpukan daun bambu kering berserakan dimana-mana, tidak pernah disapukan ditambah rerumputan yang tidak pernah dirapihkan. Tentunya melihat kondisi seperti ini membuat saya curiga dan jadi bertanya-tanya, ada apa dengan pengelolaan wisata alam ini ?

Saya pun sempat kebingungan mencari dimana tempat penitipan motor yang aman karena menurut kami, lokasi parkir tadi rawan sekali oleh tindak pencurian. Beruntunglah, tidak jauh dari lokasi parkir, ada sebuah warung dan saya pun meminta ijin ke pemilik warung untuk menitipkan motor dan pemilik warung tersebut pun mengiyakan, sama sekali tidak keberatan. Setelah itu, barulah kami memulai berjalan menuju lokasi Curug Sawer. Ditengah perjalanan, kami bertemu anak-anak sekolah berseragam pramuka lalu kami pun berbarengan dengan mereka menuju Curug Sawer.

Pasukan Pramuka
Sebentar Lagi Sampai…

Jaraknya dari lokasi parkir menuju Curug Sawer sendiri cukup dekat, hanya memakan waktu sekitar 15 menit saja tetapi kami harus menyusuri jalan setapak yang sudah dibuat sedemikian rupa, jalan setapak tersebut melewati jembatan bambu, pesawahan, dan sungai yang berkelok-kelok naik turun dimana kami merasakan keindahan alam dan suasana tenang yang jarang sekali kita temukan diperkotaan. Di sepanjang jalan juga, kami melihat beberapa saung bambu yang tampak tidak terawat lagi tapi masih layak untuk tempat beristirahat.

Berdasarkan penuturan seorang warga sekitar, pengelolaan Curug Sawer ini pernah dua kali berganti dikelola oleh pihak swasta, bahkan pihak pengelola pernah membangun beberapa fasilitas yang cukup memadai seperti area parkir, wc, mushola sampai ada camping ground namun lama kelamaan pengelola tersebut mengalami kebangkrutan. Masalah utamanya ialah tempat ini kurang diminati wisatawan sehingga berimbas pada kurangnya pemasukan, sementara disisi lain pengelola harus terus mengeluarkan biaya perawatan untuk beberapa fasilitas yang sebagian besar berbahan dasar dari bambu.

Padahal keberadaan Curug Sawer ini sebenarnya menyimpan potensi wisata alam yang sungguh indah dan menawan, sekali lagi sangat disayangkan, sudah setahun lebih tempat ini dibiarkan begitu saja tanpa dikelola, sekarang kondisinya menjadi kumuh dan tak terawat tapi kabar gembiranya, tempat ini masih terjangkau oleh koneksi internet. Karena tidak dikelola, untuk masuk kawasan Curug Sawer ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sekedar informasi, dulunya air terjun ini dipergunakan sebagai tempat ritual sehingga menimbulkan kesan angker dan menakutkan. Masyarakat sekitar gemar mengadakan kesenian jaipongan, dan ketika dimainkan banyak orang nyawer (memberi uang), maka dari itu curugnya dinamakan dengan Curug Sawer.

Pemandangan Curug Sawer
Menikmati Derasnya Air Terjun
Dari Atas Air Terjun
Badan Segar Bugar

Curug Sawer ini memiliki ketinggian kurang lebih 20 meter dan tidak memiliki kolam penampungan, hanya terdapat bebatuan besar dan kecil. Kondisi airnya sendiri bisa dibilang masih sangat jernih dan dingin sedangkan airnya berasal dari aliran sungai Ciseuseupan. Salah satu cara untuk menikmatinya ialah dengan cara berdiri tepat dibawah aliran air terjunnya, rasanya segar sekali menikmati sensasi pijatan alami dari air terjun ini.

Selain itu, disekitar Curug Sawer ini terdapat area bekas camping ground yang cukup luas, bisa dimanfaatkan untuk lokasi piknik seperti yang kami lakukan beberapa waktu yang lalu. Kami juga sempat menjumpai warga sekitar yang sedang melakukan beberapa aktifitas seperti memancing ikan di aliran sungai dan mencari rumput untuk pakan hewan ternak.

Sebagai penutup, semoga kedepannya, ada pemodal datang atau kelompok masyarakat setempat yang peduli membangun dan memperkenalkan kembali potensi wisata alam Curug Sawer sehingga minat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini terus meningkat. Aamiin

Yuk ke Curug Sawer.

Catatan

Curug Sawer terletak di Kampung Gadog Sisi RT 08/09, Desa Sukajadi, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor. Rutenya bisa melalui Jalan Raya Dramaga lalu ke arah Cibeureum Petir dan berakhir di Sukajadi atau bisa juga melalui Empang lalu ke arah Jalan Ciapus dan berakhir di Sukajadi. Bisa naik angkutan umum jurusan Terminal Laladon-Petir atau Kota Bogor-Ciapus tapi tidak sampai ke lokasi, perjalanan bisa dilanjutkan menggunakan ojek. Tarif parkir kendaraan seikhlasnya, sedangkan tiket masuknya gratis.

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat

Jangan lupa follow Instagram saya Fatahilaharis

Iklan

10 tanggapan untuk “Curug Sawer Yang Tak Terawat

    1. Penamaan “Curug Sawer” memang familiar sekali di Jawa Barat. Tidak hanya di Sukabumi dan Bogor, dibeberapa daerah lainnya di Jawa Barat dapat kita jumpai kang, salah satunya di Kuningan juga ada 😊

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s