Bersantap Pagi di Doclang 405

Lokasi Mangkal Gerobak Doclang 405

Mengapa Doclang 405 ?

Indonesia adalah negeri yang kaya akan kuliner tradisional, beragam warisan kuliner leluhur yang khas tersaji di setiap masing-masing daerah di Indonesia, tidak terkecuali kota kelahiran saya, Bogor. Yaps, ada banyak kuliner khas di kota yang juga dijuluki kota hujan ini, salah satunya adalah doclang, menu sarapan favorit saya sejak kecil hingga sekarang, pokoknya ga pernah bosan.

Mudah sekali untuk menemukan kuliner yang satu ini, ada puluhan penjual doclang yang mangkal di hampir setiap sudut Kota Bogor. Namun, hanya satu yang boleh dibilang langganan saya sejak jaman smp, kadang-kadang kalau lagi keluar rumah terus pergi ke pusat kota pasti saya sempatkan mampir sebentar demi menikmati lezatnya Doclang 405.

Usut punya usut, dinamakan Doclang 405 ternyata berasal dari nama pendirinya yaitu  Pak H. Aos. 4 maksudnya huruf A, jadi 405 artinya AOS. Pria asal Cianjur tersebut mulai merintis usaha kuliner Doclang 405 ini sejak tahun 1882. Kemudian setelah Pak H. Aos sudah tiada, pada tahun 2002, barulah usaha kuliner tersebut dilanjutkan secara turun menurun oleh sang putra sulungnya bernama Pak Rahmat hingga sekarang.

Ini Bukan Pak Rahmat ya
Keluarga Doclang

Saat ini, Pak Rahmat dan istrinya dan kadang suka bergantian dengan anak-anaknya berjualan Doclang 405 menggunakan gerobak sederhana, mereka mangkal di  sebuah emperan sekitaran kawasan Jembatan Merah, Jalan Veteran, Kota  Bogor atau tepatnya ada disamping Toko Terang. Doclang 405 ini biasanya mulai buka sejak pukul 6 pagi sampai sehabisnya bahkan kadang buka 24 jam non stop.

Sekilas tampilannya memang mirip dengan ketoprak pada umumnya dengan yang ada di daerah lain. Perbedaannya terletak pada ketupat doclang yang bukan berbungkus janur melainkan terlipat dalam lembar-lembar daun patat, daun ini meninggalkan aroma segar dan wangi yang khas pada ketupat. Pada dasarnya doclang juga sama dengan kupat tahu tapi kebanyakan warga Bogor menyebutnya doclang. Sesuai karakteristik dan bahan bumbunya, doclang merupakan singkatan dari ledok atau kental pake kacang. Bahan dari bumbu kacang tersebut merupakan racikan khusus, proses pembuatanya menggunakan resep rahasia.

Satu piring doclang berisi irisan ketupat ukuran besar, ada kentang goreng, tahu dan telur rebus. Kemudian disiram bumbu kacang dengan aneka rempah-rempah bahan-bahan tersebut ditambah kecap secukupnya juga jeruk limo dan sambal bagi kalian yang suka pedas terakhir diberikan taburan bawang goreng dan kerupuk renyah diatasnya.

Beuh Ajib Bikin Ngilerr
Selamat Makan Semuanya

Satu porsi doclang yang saya pesan sudah jadi tinggal menikmatinya. Potongan ketupat, tahu dan telur yang dilumuri bumbu kacang kecium wangi banget, ketika sampai di lidah, yang mendominasi ialah rasa manis pada bumbu kacangnya yang katanya proses pengolahan kacangnya dengan cara di sangrai. Pokoknya terasa sekali bumbu aneka rempahnya, ringan sekaligus legit dan tentunya lezat. Dari dulu citarasanya tidak pernah berubah sedikitpun, yang berubah cuma harga persatu porsinya yang sekarang dihargai Rp. 12 ribu, masih sangat terjangkau sekali dan dapat bonus segelas teh tawar hangat.

Bermodalkan resep turun temurun, setiap harinya Pak Rahmat membuat sedikitnya 200 porsi doclang. Tak heran kuliner yang berbahan racikan tradisional ini sejak lama jadi menu sarapan favorit warga Bogor juga menjadi buruan wisatawan yang datang bertandang ke Bogor. Jadi, jika kalian sedang liburan di Bogor, tidak ada salahnya mencobat lezatnya hidangan Doclang 405. 

Yuk sarapan di Doclang 405.

Catatan

Dari Stasiun Bogor menyeberangi JPO dan berjalan kaki ke arah Jembatan Merah, Jalan Veteran berjarak sekitar 200 meteran. Sedangkan dari Terminal Baranang Siang bisa naik angkot 02/03 jurusan laladon/Bubulak dan turun tepat didepan Toko Terang.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram ya Fatahilaharis

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

4 tanggapan untuk “Bersantap Pagi di Doclang 405

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s