Pakansi ke Curug Pasir Reungit

Curug Pasir Reungit

Di jaman milenial ini, dari waktu ke waktu teknologi berkembang sangat pesat dan semakin mutakhir. Berkat kemajuan teknologi, semuanya menjadi lebih mudah dan praktis dalam menyampaikan suatu informasi, termasuk promosi wisata yang kini gencar dilakukan melalui jejaring sosial. Jejaring sosial menjadi sarana yang efektik untuk menyebarluaskan informasi terkait potensi dan keunggulan pariwisata di su­atu daerah sehingga angka kunjungan turis di daerah tersebut mengalami peningkatan di suatu objek wisata.

Salah satu jejaring sosial yang kini sedang populer yaitu Instagram. Dengan mudah, para penggunanya bisa mengunggah konten foto atau video beserta informasi pariwisata yang menyebar secara cepat dan dapat langsung dilihat oleh jutaan penggunanya. Dengan begitu, objek wisata dapat diketahui masya­rakat luas dan dapat menggenjot pembangunan sektor pari­wisata di suatu daerah. Di sisi lain, pemerintah daerah juga jadi terbantukan oleh para pegiat med­sos yang turut berkontribusi memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki daerahnya.

Tak jarang postingan foto keindahan wisata alam di Instagram membuat saya penasaran, yang terbaru adalah Curug Pasir Reungit. Saya jadi bersemangat ingin segera berpakansi ke wisata air terjun yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tersebut. Kawasan yang dikelola oleh kementerian kehutanan ini memang menawarkan banyak objek wisata alam terutama wisata air terjun, beberapa diantaranya pernah saya kunjungi seperti Curug Cikondang, Curug Pangeran, Curug Cigamea dan Curug Alami. Hari minggu lalu, saya dengan saudara saya memilih untuk mengeksplor Curug Pasir Reungit.

Jalur diantara Tebing
Masih Sepi Pengunjung

Jarak tempuh dari tempat kami ke Curug Pasir Reungit tidak terlalu jauh, hanya memakan waktu tidak sampai satu jam menggunakan kendaraan roda dua, sedangkan dari arah kota jaraknya cukup jauh sekitar satu jam lebih melalui Jalan Raya Empang, Taman Sari, Tenjolaya dan Pamijahan. Kondisi jalan menuju Curug Pasir Reungit masih terbilang bagus namun karena letaknya berada di dataran tinggi, wisatawan akan melewati turun naik jalan curam dan berkelok-kelok.

Pukul 10 pagi, kami sampai di pintu masuk utama kawasan TNGHS. Saya cukup terkejut pada saat membayar tiket masuk kawasan, terjadi perubahan harga yang cukup signifikan, dari Rp. 20 ribu menjadi Rp. 35 ribu permotor. Tapi kenaikan retribusi tersebut setimpal dengan pemandangan alam yang asri dan udara sejuk khas pegunungan. Ditambah lagi kondisi jalan yang sebagian sudah diperbaiki dengan beton.

Keindahan Curug Pasir Reungit

Ternyata parkir kendaraan Curug Alami dan Curug Pasir Reungit ditempatkan di areal parkir yang sama, yang membedakan tentu ialah arah menuju lokasi air terjunnya. Kemudian kami sedikit berjalan ke loket tiket dan dikenakan retribusi sebesar Rp. 10 ribu peorang dan parkir Rp. 6 ribu perkendaraan. Dari loket tiket, kami masih harus berjalan kaki menuruni tangga diantara tebing yang menjulang tinggi hingga akhirnya kami berhasil sampai di Curug Pasir Reungit.

Keindahan Tersembunyi
Dijamin Tanpa Kandungan Zat Kimia
Anak Broadcasting
Terapai Alami Menyembuhkan Rasa Sakit ke Mantan
Pemeran Utama Film The Beach

Keberadaan Curug Pasir Reungit menambah koleksi wisata air terjun di kawasan TNGHS. Air terjun ini masih terbilang baru, keindahan air terjun ini memang sudah lama ada namun sulitnya akses menuju lokasi air terjun menjadi kendala besar hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2017, Curug Pasir Reungit mulai dikelola oleh pihak kehutanan dan dibuka untuk umum. Curug Pasir Reungit berada dalam aliran sungai yang sama dengan air terjun lainnya, dibagian hilir ada Curug Cigamea sementara dibagian hulu ada Curug Cikondang, Curug Pangeran dan Curug Ngumpet.

Keindahan air terjun ini melebihi ekspektasi dari semua foto yang sudah terunggah di Instagram. Beneran deh, ga bohong aslinya keren banget pemandangan air terjunnya. Curug Pasir Reungit ini tingginya mencapai sekitar 30 meter dan terdapat kolam penampungan yang cukup luas dengan kedalaman berkisar 1 sampai 2 meter. Yang paling saya suka ialah keunikan warna air kolamnya yang berwarna biru muda alami tanpa campuran pewarna buatan, sangat cantik sekali.

Walaupun airnya sedang surut, saya tetap sangat antusias untuk menyeburkan diri ke kolam. Puas sekali rasanya, seketika pikiran plong ditambah suasananya masih alami dan sepi pengunjung, serasa kolam pribadi. Kolam airnya jernih dan dingin sekali tapi bikin badan segar bugar, saya berendam hampir 1 jam lamanya sampai kondisi tubuh menggigil kedinginan. Next time, sepertinya saya harus balik lagi kesini.

Yuk pakansi ke Curug Pasir Reungit.

Catatan

Curug Pasir Reungit berlokasi di Jalan Gunung Bunder, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Tidak ada angkutan umum ke kawasan TNGHS, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau carter angkot. Fasiliitas yang tersedia disana antara lain, mushola, kamar ganti, lahan parkir, asuransi dan warung makan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

Iklan

2 tanggapan untuk “Pakansi ke Curug Pasir Reungit

  1. Mas Fatah, dari dulu saya sudah berlangganan blog Mas dan selalu sangat terinspirasi dengan tempat-tempat yang Mas temukan.

    Kalau boleh tau, bagaimana cara Mas menemukan tempat-tempat tersembunyi seperti itu?

    Terima kasih banyak sebelumnya!

    Sent from my iPhone

    >

    Disukai oleh 1 orang

    1. Sebelumnya saya ingin ucapkan terima kasih banyak sudah mengapresiasi tulisan saya.

      Yang paling sering lakukan menemukan tempat tersebut ialah mencari informasi dr sumber terpercaya dr berbagai linimasa dan artikel serta tidak sungkan untuk menanyakan langsung ke orang2. Informasinya berisikan jarak tempuh, waktu tempuh, kondisi jalur, harga tiket dan lain sebagainya. Mungkin itu saja.

      Sekali lagi terima kasih, sukses utk kita semua 😊

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s