Bertamu ke Kampung Setu Babakan

Gerbang Utama Setu Babakan

Sekilas tentang Setu Babakan

Jakarta kota metropolitan, pembangunan di kota ini begitu pesat, terus tumbuh dan bergerak maju layaknya kota berkelas dunia. Namun pembangunan tersebut berdampak pada penataan kota seperti pemukiman padat penduduk, jalanan aspal dan deretan gedung bertingkat semakin meluas, perlahan menutupi belantara hijau Jakarta yang terus mengalami penyusutan sehingga merubah drastis wajah ibu kota dalam kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir. Jakarta juga kota budaya, ada budaya Betawi. Masyarakat Betawi yang merupakan penduduk asli Kota Jakarta secara turun menurun mewarisi budaya Betawi dari para tokoh Betawi yang sudah tiada hingga generasi sekarang kemudian mereka wajib melestarikan dan memperkenalkannya ke setiap generasi selanjutnya.

Dalam upaya melestarikan budaya Betawi asli Jakarta, sekitar antara tahun 1994-1996, kala itu sejumlah tokoh Betawi yang ada di Jakarta mungkin turut hadir juga si Doel anak Betawi asli, mereka berkumpul dan bersama-sama mencari tempat yang memungkinkan sebuah perkampungan di pinggiran Jakarta yang nantinya akan dijadikan pusat cagar budaya Betawi. Akhirnya dipilihlah Kampung Setu Babakan karena komunitas masyarakat Betawinya masih cukup banyak disana.

Pada tanggal 18 Agustus 2000 melalui SK Gubernur No. 9 tahun 2000, pemerintah DKI Jakarta menetapkan perkampungan Setu Babakan sebagai kawasan pusat cagar budaya Betawi . Kemudian setelah semua persiapan dirasa cukup, pada tahun 2004, perkampungan Setu Babakan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Sutiyoso sebagai cagar budaya Betawi. Perkampungan Setu Babakan menjadi bukti perhatian pemerintah DKI Jakarta terhadap budaya asli betawi. Setu Babakan merupakan satu perkampungan asri yang dipertahankan diantara hutan beton Jakarta.

Ondel-Ondel
Gambang Kromong
wp-image-1380649365
Gedung Serbaguna
wp-image--1285593555
Jalan Utama Setu Babakan
Suasana Ramai di Akhir Pekan

Perkampungan Setu Babakan yang memiliki luas 289 Hektar, 65 hektar di antaranya adalah milik pemerintah di mana yang baru dikelola hanya 32 hektar berupa danau buatan yang airnya berasal dari sungai Ciliwung. Perkampungan ini didiami sekitar 3.000 kepala keluarga. Sebagian besar penduduknya adalah orang asli Betawi yang sudah turun temurun tinggal di daerah tersebut. Sedangkan sisanya adalah para pendatang, seperti pendatang dari Jawa Barat, jawa tengah, Kalimantan dan daerah lainnya yang sudah tinggal lebih dari 30 tahun di daerah ini.

Berkeliling di kawasan Setu Babakan

Minggu lalu, mumpung lagi ada di Jakarta, saya putuskan untuk melipir sebentar jalan-jalan ke Kampung Budaya Setu Babakan yang berlokasi di Srengseh Sawah, Jakagakarsa, Jakarta Selatan. Sebenarnya lokasi Setu Babakan ini berdekatan dengan lokasi kampus, tempat dimana saya kuliah dulu disana. Ketika itu, rencana selalu ada namun tidak pernah terlaksana padahal beberapa kali pernah melewati kawasan Setu Babakan tersebut.

Setu Babakan bersolek megah seperti sekarang, terlihat dari gerbang utama yang menyerupai atap rumah khas Betawi. Tiket masuk kawasan sangat terjangkau sekali hanya dikenakan Rp. 2 ribu perorangnya. Tidak jauh dari gerbang utama tadi, terdapat gedung serbaguna yang baru rampung dibangun pada akhir tahun 2017 walaupun pembangunan sempat mangkrak di tahun 2015. Januari lalu, gedung serbaguna ini sudah dibuka dan bisa dipakai. Gedung berbentuk bulat bercat putih dengan tema kayu ini digunakan untuk teater tertutup, perpustakaan dan galeri khas Betawi.

Piknik Keluarga
Bersantai di Pinggir Danau
Rumah Khas Betawi
Detail Rumah Betawi
Jam Istirahat
Sepeda Air
Mini Bianglala

Tapi sayang sekali, saya datang pada siang hari. Padahal kata seorang petugas disana mengatakan tadi pagi ada acara tahunan yang rutin dilaksanakan bernama festival Setu Babakan menari diikuti oleh 1000 penari dan juga bersama masyarakat sekitar serta ada tamu undangan khusus yaitu para atlet mancanegara Asian Games 2018 sebagai ajang mengenalkan kesenian Betawi kepada turis asing. Pada bulan juli lalu juga ada agenda yaitu lebaran Betawi yang memang rutin diselenggarakan setiap tahun.

Saya hanya sempat untuk menyaksikan dua ondel-ondel yang berlenggak-lenggok mengikuti irama gambang kromong. Sepertinya saya harus datang kembali lagi ke Setu Babakan dilain kesempatan, biasanya setiap hari sabtu dan minggu pagi ada pagelaran seni budaya Betawi, antara lain tari cokek, tari topeng, kasidah, marawis, seni gambus, lenong, tanjidor, gambang kromong, dan ondel-ondel yang sering dipentaskan di sebuah panggung terbuka berukuran 60 meter.

Menyusuri jalan utama perkampungan Setu Babakan

Saya lebih memilih untuk berjalan kaki menyusuri jalan utama perkampungan Setu Babakan daripada harus menggunakan motor karena bisa mengganggu kenyamanan pejalan kaki, sementara motor saya titipkan di area parkir yang sudah disediakan oleh pengelola disepanjang jalan utama. Setiap akhir pekan seperti sekarang ini pasti selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan dan beberapa komunitas yang berkumpul menikmati suasana pedesaan di kawasan Setu Babakan. Lingkungan alam dan budayanya masih terjaga dengan baik, pepohonan rindang menambah suasana sejuk dan tenang.

Deretan Gerobak Jajanan
Kerak Telor Betawi Asli
Aneka Jajanan
Proses Pembuatan Dodol Betawi

Perkampungan Setu Babakan juga menawarkan jenis wisata alam yakni wisata danau. Dua danau, yakni Mangga Bolong dan Babakan, di perkampungan ini biasanya dimanfaatkan oleh wisatawan untuk memancing atau sekedar bersenda gurau dan menikmati suasana sejuk di pinggir danau. Selain itu, wisatawan juga dapat menyewa perahu untuk menyusuri dan mengelilingi danau serta beberapa wahana permainan. Di kanan kiri jalan utama, pengunjung juga dapat melihat rumah-rumah panggung berarsitektur khas Betawi yang masih dipertahankan keasliannya.

Yang tak kalah menarik, di perkampungan ini juga banyak terdapat warung dan deretan gerobak yang banyak menjajakan kuliner khas Betawi disepanjang jalan utama, seperti ketoprak, ketupat nyiksa, kerak telor, ketupat sayur, bakso, laksa, arum manis, soto Betawi, mie ayam, soto mie, roti buaya, bir pletok, nasi uduk, kue apem, toge goreng, gulali Betawi, es potong pelangi dan tahu gejrot.

Catatan

Perkampungan Setu Babakan berlokasi di Kelurahan Srenseng Sawah, Kecamatan Jakagarsa, Jakarta Selatan. Untuk aksesnya, dari Stasiun Lenteng Agung menyebrang ke arah pasar lalu jalan kaki 6-7 menit ke pertigaan Jalan Jagakarsa-Jalan Jeruk Raya, lanjut naik bis Kopaja S 616 arah Cipedak dan turun di Jalan Mohammad kahfi 2 di depan belokan ke Setu Babakan, bisa juga dari Stasiun Lenteng Agung langsung naik ojek online atau pangkalan ke Setu Babakan. Jam kunjung Perkampungan Setu Babakan yaitu dari pukul 6 pagi-6 sore.

Info lengkapnya buka di Perkampungan Setu Babakan

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

Bonus Foto

Mainan Tradisional
Kapal Klotok
Gulali Jakarta
Bir Pletok khas Jakarta
Telor Gulung
Dodol Betawi dan Es Selendang Mayang
Tahu Gejrot
Miniatur Ondel-Ondel
Key Pangsi Betawi
Iklan

2 tanggapan untuk “Bertamu ke Kampung Setu Babakan

  1. Udah pernah piknik ke sini bareng keluarga. Lumayan untuk aktivitas piknik murmer kalo ke sini. Semua makanan murah meriah, hiburan buat anak-anak juga banyak ya. Terutama bebek air, naik delman, dan aneka wahana permainan buat anak-anak.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s