Curug Cikuluwung Super Kece

Curug Cikuluwung

Lama tak bercerita di blog ini yang jarang terurus bukan karena kesibukan atau bosan tapi hanya kehabisan bahan saja hehe. Ah jadi rindu rasanya, sekarang senang sekali bisa kembali bercerita, maklumlah terakhir memposting pada awal april lalu, ya sudah tiga bulan lebih tidak bercerita. Semoga kemasan tulisan saya terus konsisten berisikan informasi perjalanan dengan bahasan menarik dan tentunya dapat bermanfaat untuk para pembaca. Itu saja dan cukup sekian curhatan tidak berfaedah pada petang ini.

Selasa kemarin, saya dengan teman-teman rumah berjumlah sebelas orang telah berkunjung ke Curug Cikuluwung. Lokasi Curug Cikuluwung ini relatif mudah dijangkau, letaknya ada di Kampung Sukaasih, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Bogor, berjarak kurang lebih 32 kilometer dari pusat Kota Bogor. Awalnya, hanya melihat postingan dari banyak akun Instagram kemudian didorong rasa penasaran hingga akhirnya kami jadi berangkat kesana. Sebenarnya saya sudah berencana pergi ke Curug Cikuluwung pada saat libur lebaran kemarin namun saya pikir akan terjadi kepadatan pengunjung, jumlahnya bakal membludak dan sangat ramai akhirnya saya tunda rencana tersebut dan jadi berangkat selasa kemarin.

Pintu Masuk

Sekitar pukul 11 siang, kami sampai di area parkir wisata Curug Cikuluwung kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati gang kecil ditengah perkampungan warga hingga sampai di pintu masuk Curug Cikuluwung. Kemudian kami langsung ke bagian loket tiket.

“Selamat datang di wisata Curug Cikuluwung, untuk tiket masuknya, kami dari pihak pengelola tidak memasang tarif, silahkan bayar berapa saja asalkan ikhlas.” kata seorang petugas berkaos kuning.

Rasanya senang tapi bingung juga, senangnya itu karena bayar seikhlasnya jadi bisa irit tapi bingung juga jangan sampai kekecilan atau kegedean. Kami pun sepakat patungan membayar tiket dan terkumpul 70 ribu persebelas orang. Sebelum turun, setiap pengunjung wajib mendengarkan penjelasan dari seorang petugas tentang aturan apa saja yang harus dipatuhi oleh setiap pengunjung, setelah itu barulah kami diperbolehkan turun.

Turunan Curam
Ngantri Turun

Menariknya, pengelola Curug Cikuluwung memberlakukan jam istirahat yang dimulai dari jam setengah 12 siang sampai setengah 1 siang. Semua pengunjung termasuk petugas yang berjaga dibagian bawah harus kembali keatas. Area disekitaran Curug Cikuluwung harus dikosongkan. Lantas membuat saya jadi bertanya-tanya, kenapa harus dikosongkan ? sayapun mendapatkan jawabannya dari penuturan seorang warga disana.

“Itu kan jamnya sholat sama makan siang, pesan dari sesepuh disini.” jawaban singkat seorang ibu paruh baya.

Letak air terjunnya sendiri ada didasar tebing yang curam, satu-satunya akses untuk sampai ke bawah sana yakni dengan cara turun melalui tangga kayu sebagai pijakan sementara tangan harus berpegang ke bambu. Saya harus mengantri, menunggu giliran turun dengan pengunjung lain, harus hati-hati sekali karena lumayan licin dan sempit. Petugas yang berjaga disana pun siaga selalu membantu pengunjung yang kesulitan turun maupun yang naik.

Kolam Pertama
Berfoto di Tepian Kolam Pertama
wp-image-1166011314
Sayang Dilewatkan
wp-image--883616358
Mulai Ramai

Nama Cikuluwung berasal dari aliran sungai Cikaluwung, sungai ini cukup lebar dan berhulu di Gunung Salak. Sementara kondisi airnya berwarna kebiruan dan tidak begitu jernih. Dulunya tempat ini sepi dari aktifitas manusia kemudian kelompok masyarakat setempat mulai membangun dan menata beberapa fasilitas umum seperti toilet dan kamar ganti, saung untuk beristirahat, warung makan dan jajanan, tersedia juga penitipan barang dan mushola untuk sholat. Kini, Curug Cikuluwung menjadi rekomendasi pilihan wisata alam di daerah Bogor, setiap harinya selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Sesampainya didasar tebing, saya langsung disuguhkan oleh pemandangan dinding batu yang unik dan artistik. Selain itu, struktur batu disini bergelombang membentang dari ujung ke ujung dan tersusun rapih secara alami tanpa campur tangan manusia, sangat pas sekali untuk latar belakang foto. Berdasarkan penjelasan petugas sebelum turun tadi, ada tiga buah kolam di area Curug Cikuluwung.

Demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan, pengunjung dilarang berenang atau berendam di kolam pertama yang berada tepat dibawah tumpahan air terjunnya, belum diketahui berapa kedalaman kolam pertama ini. Pengunjung hanya diperbolehkan berdiri di tepian kolam saja. Jumlah petugas yang berjaga disekitaran kolam cukup banyak, mereka bersiaga terus memantau aktifitas para pengunjung, sesekali  petugas tersebut mengingatkan beberapa pengunjung melalui pengeras suara. Mereka juga selalu berkoordinasi dengan petugas DAM sungai Cikuluwung untuk selalu memberikan info debit air terkini agar terhindar dari banjir bandang yang datang tiba-tiba.

Seluncuran Alam
Menuju Kolam Ketiga
Kolam Ketiga
Mengambang
Gaya Loncatan Dikejar Anjing

Selain kolam pertama tadi, ada kolam kedua, letaknya berdekatan dengan kolam pertama. Kolam kedua ini memiliki kedalaman sekitar satu sampai dua meter. Kolam kedua ini diperbolehkan untuk berenang tetapi bagi yang tidak bisa berenang tak usah khawatir, petugas disana menyewakan jaket pelampung dengan tarif 10 ribu sampai puas.

Selanjutnya berpindah ke kolam ketiga, kolam ini diklaim mirip dengan Green Canyon yang ada di Pangandaran. Dari kejauhan kolam ini indah sekali, dikelilingi dinding batu dan warna kebiruan airnya sangat jelas sekali. Kolam ini berada di ujung area Curug Cikuluwung dan memiliki kedalaman sekitar tiga sampai empat meter. Beberapa dari kami naik ke atas sebuah batu dan memamerkan aksi loncatan ekstrem bergaya salto, adrenalin saya pun jadi terpancing, saya tidak mau kalah dengan mereka dengan memberanikan diri untuk meloncat dari atas batu tersebut yang tingginya bervariasi tiga sampai lima meter tapi saya pilih yang paling rendah saya. Pikiran seketika plong ketika tubuh menghempas air kolam, benar-benar menyegarkan.

Kami larut dalam keseruan bermain air di kolam ketiga ini, betah berlama-lama sambil mengambang ditengah kolam dan ditambah pemandangan dinding batu yang mengelilingi kolam kian menambah keindahan kolam ketiga ini. Saya sangat suka sekali dengan kolam ketiga.

Menjelang ashar, kami sudahi keseruan bermain air di Curug Cikuluwung, nampak pengunjung terus berdatangan dan kian bertambah banyak, suasana semakin tidak kondusif. Pokoknya Curug Cikuluwung super kece dan top banget, asli bikin nagih. Kalian harus coba datang kesini dan rasakan sensasi meloncat di kolam ketiga.

Catatan

Curug Cikuluwung terletak di Kampung Sukaasih, Desa Cibitung Wetan, Kecamatan Pamijahan, Bogor. Aksesnya mudah dijangkau, dari arah Dramaga IPB atau Terminal Bubulak naik angkot jurusan Leuwiliang atau Jasingan, turun di pertigaan Cemplang lalu naik angkot jurusan Parabakti Pamijahan, turun di Pangkalan Ojek Sukaasih kemudian naik ojek sampai ke lokasi.

Terima kasih telah membaca tulisan ini

Jangan lupa follow Instagram saya di Fatahilaharis

Yuk ke Curug Cikuluwung

Bonus Foto

Iklan

4 tanggapan untuk “Curug Cikuluwung Super Kece

  1. Bagus banget kolamnya…Saya suka dengan dinding batunya. Kolamnya di atas air terjun berikutnya kah? Karena saya lihat diujungnya ada semacam turunan air gitu. Sangat artistik! Semoga keindahannya tetap terjaga ya.

    Disukai oleh 1 orang

      1. Tapi tidak berbahaya kan ya, yang terbayang sama saya, airnya mengalir dan orang yang ada di kolam bisa terbawa arus dan jatuh ke air terjun. 😅 Baik. Ditunggu tulisannya!

        Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s