Eksplor Curug di Desa Ciasihan

Selamat Datang di Desa Ciasihan

Potensi wisata air terjun di Kabupaten Bogor sungguh tiada duanya. Belakangan ini bermunculan air terjun baru yang mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan terutama para pecinta curug. Tidak bisa dipungkiri, kemunculan air terjun baru ini tidak terlepas dari peran beberapa orang yang memposting keindahan air terjun tersebut melalui akun instagramnya kemudian menjadi viral dan membuat banyak orang yang penasaran ingin mengunjunginya.

Hari Minggu (04/02/17), kali ini kami berempat akan mengeksplor beberapa air terjun yang berlokasi di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Berbeda dengan kunjungan saya 3 tahun yang lalu, kondisi jalan menuju Desa Ciasihan sudah mengalami perubahan, kombinasi aspal mulus dan pengecoran semen memudahkan kendaraan kami melaju lebih cepat untuk sampai di Desa Ciasihan.

Karena keterbatasan fisik ditambah sedang musim hujan dan kondisi jalur yang becek, kami berempat hanya mengunjungi dua lokasi air terjun saja. Namun dalam tulisan ini saya akan tampilkan beberapa air terjun lainnya yang saya dapatkan informasinya dari berbagai sumber.

Jalur irigasi di Tepi Tebing
Turun ke Bawah Tebing
Curug Kiara

Curug Kiara dibalik tebing curam

Lokasi air terjun pertama yang kami kunjungi adalah Curug Kiara. Dari loket karcis kami berjalan menyusuri irigasi, kami harus sangat berhati-hati karena di sebelah kiri kami adalah tebing yang curam puluhan meter ditambah kondisi jalur tembok yang cukup licin. Sekitar 25 menit, akhirnya kami sampai di lokasi Curug Kiara. Namun untuk lebih dekat lagi melihat keindahan Curug Kiara ini, satu-satunya cara yaitu turun ke dasar tebing melalui tangga kayu yang dipasang sedemikian rupa untuk menjamin keselamatan setiap pengunjung.

Ketika sampai dibawah tebing, saya bisa melihat secara jelas keindahan Curug Kiara yang terletak dibalik tebing curam. Aliran airnya mengalir deras dan segar sekali rasanya sampai saya pun tak berani berendam karena dinginnya luar biasa tapi beberapa teman saya dan pengunjung lainnya memberanikan diri untuk berenang dan lebih mendekat lagi dengan Curug Kiara. Kami tak berlama-lama berada disana karena khawatir tebing curam yang mengapit aliran air tersebut mengancam keberadaan kami semua, tapi jangan sampai hal itu terjadi.

Bendungan dan Irigasi
Tersembunyi
Curug Bendungan

Curug Bendungan yang tersembunyi

Air terjun kedua yang kami kunjungi ialah Curug Bendungan. Lokasi Curug Bendungan tidak begitu jauh dari Curug Kiara, menyusuri irigasi hingga menemukan area dam atau bendungan. Tidak sampai 10 menit kami sampai di Curug Bendungan yang tersebunyi dibalik tebing. Curug Bendungan memiliki area kolam yang belum diketahui berapa kedalamannya namun sangat disarankan tidak untuk memaksakan berenang ke dekat aliran air terjun karena pusaran airnya sangat kencang.

Kami menikmati keindahan Curug Bendungan dengan berfoto-foto, kami bergantian dengan pengunjung lain untuk berfoto diatas sebuah batu. Beberapa pengunjung lain ada yang menikmatinya dengan berendam di tepi kolam Curug Bendungan. Curug Bendungan berada diatasnya Curug Kiara, masih dalam satu aliran sungai yang sama. Kondisi airnya sangat jernih, segar dan sangat dingin.

Melewati Jembatan Bambu
Foto Dari Instagram : @rizky_070613
Foto Dari Instagram : @rizkyjvlio

Nekat ke Curug Bidadari

Keberadaan Curug Bidadari sebenarnya belum dibuka untuk umum karena akses yang cukup sulit namun beberapa komunitas pecinta curug di Bogor ada yang sudah pernah mengeksplor Curug Bidadari. Mereka nekat dan kuat tidak seperti yang jarang sekali bisa sampai ke tempat yang harus berjalan kaki sangat jauh.

Tapi menurut informasi yang saya dapatkan dari pengunjung lain, waktu tempuh menuju Curug Bidadari yaitu sekitar 30 menit dari lokasi Curug Kiara dengan jalur yang berbeda dengan Curug Bendungan. Curug Bidadari memiliki keindahan yang masih sangat alami, pengujung bisa bersantai sambil berendam menikmati kolam Curug Bidadari yang tidak begitu dalam. Saran saya, tidak boleh sendirian untuk berkunjung ke Curug Bidadari ini, khawatir akan tersesat di jalan.

Foto Curug Batu Ampar Dari Instagram : @tafakuralam
Foto Curug Susun Dari Instagram : @rizkyjvlio

Keberadaan Curug Batu Ampar dan Curug Susun

Menemukan keberadaan kedua air terjun tersebut cukup sulit, saya pun tidak mendapatkan informasi secara detail karena masih sedikitnya pengunjung yang sampai kesana. Menurut penjaga loket, waktu tempuh menuju kedua air terjun tersebut sekitar 30-45 menit. Bagi kalian yang berniat ingin mengunjungi kedua air terjun tersebut mungkin bisa bertanya langsung melalui pemilik kedua akun Instagram di atas.

Foto Curug Ciparay Dari Instagram : @b.ben05
Dokumen Pribadi di Muara Herang

Berendam di Muara Herang dan Curug Ciparay

Muara Herang dan Curug Ciparay berada dalam satu lokasi namun berbeda aliran sungai dan saya pernah dua kali kesini. Curug Ciparay memiliki tinggi sekitar 25-20 meter namun tidak mempunyai kolam untuk berendam hanya bisa di aliran sungainya. Curug Ciparay berada dibawah aliran air Curug Kiara dan Curug Bendungan. Curug ini selalu menjadi favorit berfoto pengunjung yang datang kesana sambil menikmati pemandangan tebing yang dipenuhi rimbunan hijau dan alami.

Sementara Muara Herang merupakan sebuah kolam di aliran sungai. Nama “Herang” sendiri berasal dari bahasa sunda yang memiliki arti bening atau jernih. Saya sendiri pun setiap kesana selalu berendam di tepi kolamnya dengan airnya yang jernih kebiru-biruan dan tentunya cukup dingin. Sekedar saran, bagi yang tidak bisa berenang jangan sekali-kali menceburkan diri ke bagian ujung kolam karena memiliki kedalam yang cukup dalam. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit dan akses menuju kedua tempat di atas bisa melalui kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) atau bisa melalui Desa Ciasihan.

Curug Seribu Dari Instagram : @bangfikarr

Menikmati keindahan Curug Seribu

Dari sekian banyak air terjun di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Curug Seribu merupakan salah satu favorit yang sering dikunjungi para wisatawan. Kondisi jalur setapak yang terjal menjadi tantangan tersendiri, terutama pada saat arah karena harus melewati tanjakan curam sementara arah datangnya hanya tinggal turun saja ke bawah tebing yang menjulang tinggi. Rata-rata untuk sampai ke Curug Seribu memakan waktu hampir 1 jam.

Curug Seribu terletak dibawah aliran sungai Curug Ciparay dan Muara Herang yang menyatu. Curug Seribu ini diklaim merupakan salah satu Curug Tertinggi yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), mungkin sekitar 60-70 meter, hanya menebak saja. Pemandangan yang dapat kita lihat di curug ini benar-benar memukau, bahkan suara gemuruh dari air terjun ini dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh, karena tidak hanya tinggi tetapi juga air di sini, yang jatuh bebas itu dalam debit yang sangat banyak.

Dibalik keindahannya, Curug Seribu juga terkenal mistis dan eksostis, beberapa kali pernah terjadi kesurupan. Para pengunjung sangat dilarang untuk berenang di kolam yang berada tepat dibawah aliran air terjunnya selain karena kedalaman yang cukup dalam, pusaran airnya yang sangat kencang yang sering memakan korban jiwa. Sama halnya dengan Curug Ciparay dan Muara Herang, akses menuju Curug Seribu bisa melalui kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) atau Desa Ciasihan.

Catatan 

Desa Ciasihan berada di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Jarak dari pusat Kota Bogor yaitu 38 kilometer atau dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam. Tidak angkutan umum menuju Desa Ciasihan, saran saya sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, bisa juga dengan cara sewa angkot atau tranportasi online dengan mengeluarkan biaya cukup besar kecuali bersama rombongan.

Untuk informasi tiket masuk. Curug Kiara, Curug Bendungan, Curug Bidadari, Curug Batu Ampar dan Curug Susun digabungkan dalam satu tiket masuk yakni sebesar Rp. 20 ribu perorang. Sementara untuk retribusi Curug Ciparay dan Muara Herang sebesar Rp. 10 ribu perorang dan Curug Seribu Rp. 10 ribu perorang. Retribusi parkir kendaraan Rp. 5 ribu perkendaraan dan uang perbaikan jalan Rp. 5 ribu perkendaraan.

Yuk berkunjung ke Desa Ciasihan.

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

19 tanggapan untuk “Eksplor Curug di Desa Ciasihan

  1. Ga sengaja ketemu bang Haris nih di Curug Kiara kemaren. hehe..

    Untuk Curug Bidadari ama Curug Batu Ampar aksesnya masih sama kok. Abis lewatin jembatan bambu belok ke kiri. Kemaren pas ke sana warga masih bikin jalannya, sebagian sih udah jadi jalan batunya.. Nanti abis itu ada cabang lagi ke kanan Curug Batu Ampar n Batu susun.. Ke Kiri Curug Bidadari.. Cuma karena jalannya belum jadi rada curam. Kudu hati-hati. Hehe..

    Disukai oleh 1 orang

    1. Wah ketemu di sebelah mana bang ? hehe maaf saya gatau. Kemaren sempat mau kesana ikut bareng sama rombongan yg sering nyari curug, saya sendiri sementara teman saya berendam diatasnya curug kiara.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s