Inspirasi Pendiri Masjid Ramlie Musofa

Bangunan Masjid Menyerupai Bangunan Tajmahal

Islam adalah agama yang sempurna. Seorang muslim ketika hidup di dunia harus senantiasa melakukan perbuatan yang baik dengan cara beramal soleh agar kelak di akhirat nanti mendapat balasan dari Allah berupa surga. Hal ini sesuai yang telah Allah perintahkan dalam Al-Quran.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (An-Nisa: 124)

Salah satu perbuatan amal baik yang terus mengalir pahalanya ketika seorang muslim sudah meninggal dunia ialah bersedekah. Bersedekah bisa berupa materi maupun dalam bentuk lainnya, salah satunya berupa bangunan masjid. Pernyataan tersebut tercantum dalam sebuah Hadits.

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)

Detail Bagian Atas Bangunan
Pelataran Masjid

Sosok seorang Haji Ramli Rasidin

Masjid Ramlie Musofa menjadi bukti Haji Ramli Rasidin untuk taat kepada perintah-Nya, beliau adalah merupakan sosok seorang mualaf berketurunan China. Berkat  buah kesabarannya mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid, impian seorang Haji Ramli Rasidin untuk memiliki sebuah masjid akhirnya terwujud. Pembangunan masjid ini dimulai pada Tahun 2011 dan selesai pada Tanggal 15 Mei 2016 yang diresmikan oleh pemilik masjid yaitu Haji Ramli Rasidin dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.

Nama masjid sendiri diambil dari potongan nama anggota keluarganya yang terdiri dari Ram singkatan dari Ramli Rasidin, Lie adalah Lie Njoek Kim, Mu adalah Muhammad Rasidin, So adalah Sofyan Rasidin, dan terakhir Fa adalah Fabianto Rasidin. Latar belakang keluarga Haji Ramlie Rasidin memang dari dulu sudah terbiasa dengan lingkungan yang Islami karena para sesepuhnya menetap di Aceh.

Dulunya, orang tua Haji Ramli Rasidi memiliki 13 perusahaan kemudian bangkrut, setelah itu Haji Ramlie Rasidin memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan berhasil memiliki 4 perusahaan namun kembali bangkrut dan yang terakhir kali ini diberi kemudahan oleh Allah SWT. Tujuan Haji Ramlie Rasidin membangun Masjid Ramlie Musofa ini adalah yang pertama tentunya untuk beribadah, yang kedua untuk membimbing mualaf-mualaf yang baru masuk Islam. Lalu yang ketiga sebagai tujuan wisata religi.

Desain Bangunan Megah dan Unik
Pintu Utama

Eksterior Bangunan Masjid

Masjid yang berlokasi di daerah Sunter Jakarta ini sekilas bentuk bangunannya menyerupai Tajmahal di India. Tajmahal merupakan simbol keabadian, Haji Ramlie Rasidin berharap bangunan masjid Ramlie Musofa ini bermanfaat untuk umat sepanjang masa. Bangunan luar masjid merupakan perpaduan gaya Cina, Melayu dan Indonesia. Bagian depan bangunan masjid terdapat ornamen bertuliskan huruf Cina dan Arab juga Indonesia. Sementara di pelataran masjid terdapat sebuah bedug dan prasasti marmer peresmian masjid.

Sebelum mencapai pintu utama ruangan sholat, saya terlebih dahulu memperhatikan bagian halaman masjid ini. Meskipun area komplek masjid ini tidak begitu luas namun hal tersebut menjadi kreatifitas tersendiri bagaimana mencari cara untuk benar-benar memanfaatkannya secara maksimal dengan menampilkan sebuah dinding marmer hitam dengan bertuliskan surat Al-Qoriah berwarna keemasan yang dituliskan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, China dan Arab. Tidak cukup sampai disitu saja, pada dinding tangga luar juga terdapat kaligrafi Surat Al-Fatihah beserta artinya yang juga disajikan dalam tiga yaitu bahasa Indonesia, China dan Arab.

Ruangan Utama Sholat
Sholat Jadi Lebih Khusyu
wp-image-1387899025
Ornamen Kaca Patri

Ruangan Utama Masjid

Memasuki ruangan sholat, saya dibuat tertegun karena disambut oleh pintu yang sangat megah dan besarnya tiada tara. Membuat saya seakan sedang berada di sebuah istana, dan hendak beribadah di salah satu ruangan di istana tersebut.

Ruangan sholat ini berkapasitas kurang lebih sekitar 2.000 orang. Saya dapat melihat konstruksi bangunan kokoh yang didominasi tiang-tiang sebagai penopang dan lantai marmer yang kian mempertegas kemegahan masjid ini. Suasana ruang sholat sedang sepi hanya tampak beberapa jamaah saja yang sedang menunaikan sholat dzuhur termasuk saya sendiri.

Sementara pada bagian mighrab terdapat ornamen kaca patri bertuliskan surat Al-Fatihah yang menjulang tinggi hingga ke ujung tepian langit-langit. Selain itu, terdapat juga jam duduk dan mimbar khutbah yang diletakan dekat ruangan imam.

Suasana di Lantai Atas
Kondisi Bangunan Bersih dan Rapih

Selesai sholat dzuhur, saya berpindah ke lantai atas yang juga difungsikan sebagai ruangan sholat jika tidak muat di ruang utama sholat. Nuansa putih masih mendominasi dengan motif minimalis namun megah. Saya juga menjumpai jendela dan pintu bermotif sama seperti di lantai ruangan utama, sesekali saya melihat pemandangan danau sunter dan pemukimah padat penduduk dari balik jendela tersebut.

Tidak seperti masjid pada umumnya, Masjid Ramlie Musofa tidak menggunakan pengeras suara saat adzan. Ini memang sudah menjadi kesepakatan bersama warga setempat sebelum masjid ini didirikan sebagai wujud toleransi antarumat beragama. Sekedar informasi, bahwa lokasi Masjid Ramlie Musofa berada ditengah komplek perumahan elit yang mayoritas warganya adalah etnis Tionghoa.

Kubah Tunggal
Fasilitas Lift

Masjid Ramlie Musofa memiliki kubah tunggal berpola setengah bola, pada bagian dalam kubah tersebut terdapat ornamen tulisan Surat Al-A’la, sementara bagian sisi kubah terdapat kotak-kotak kaca bertuliskan Asma Allah juga berfungsi sebagai pencahayaan  sinar matahari. Masjid Ramlie Musofa yang bernuansa putih itu tampak semakin luas dengan pemilihan warna yang tepat. Bangunan masjid berlantai dua tersebut juga menyediakan dua buah lift yang diperuntukan untuk jamaah berusia lanjut, difabel dan ibu hamil.

Tidak hanya digunakan untuk melakukan peribadatan umat Islam, Masjid Ramlie Musofa juga jadi tempat belajar agama untuk keluarga pendiri masjid, dan warga keturunan China yang ingin belajar lebih dalam tentang Islam, untuk itu juga tujuan disajikannya ayat-ayat Al quran di dinding-dinding masjid dalam tiga bahasa.

“Taj Mahal itu dibangun atas kecintaan seorang raja terhadap istrinya. Begitu pun membangun masjid ini atas dasar mencintai Allah dan rasul-Nya, mencintai Islam, dan mencintai keluarga.” Haji Ramli Rasidin

Yuk ke Masjid Ramlie Musofa.

Alamat Masjid Ramlie Musofa

Masjid Ramlie Musofa berada di Jalan Danau Sunter Selatan Blok I 10 No. 12 C, Jakarta Utara. Stasiun Kemayoran merupakan stasiun terdekat dengan lokasi masjid, dari stasiun bisa melanjutkan perjalanan, sebaiknya menggunakan transportasi online menuju lokasi masjid.

Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat.

Jangan lupa follow Instagram saya ya Fatahilaharis

14 tanggapan untuk “Inspirasi Pendiri Masjid Ramlie Musofa

  1. Sepertinya saya pernah membaca tulisan tentang masjid satu ini sebelumnya. Yang saya ingat pasti sih cuma letaknya saja yang berada di daerah Sunter. Hmmm, cuma yang menarik dari postingan ini adalah liputan fotonya lebih banyak, jadi bisa melihatnya lebih jelas. Terimakasih sudah memberikan liputan yang lebih lengkap ya. Semoga bisa mampir untuk shalat di sini seandainya ada waktu main ke Jakarta …

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s